Detail Cantuman Kembali

XML

pengelolaan ekosistem terumbu karang berbasis masyarakat di kawasan close acces Maer, menjangan kecil, taman nasional karimunjawa


Faktor utama degradasi terumbu karang di Taman Nasional Karimunjawa adalah akibat dari aktivitas wisata snorkeling dan diving. Salah satu kawasan yang mengalami degradasi yaitu Maer, Menjangan Kecil. Bentuk pengelolaan yang diterapkan secara close access. Close access adalah upaya konservasi dengan menutup akses kawasan dari segala aktivitas apapun meliputi aktivitas wisata dan perikanan. Penutupan akses Maer selama 3 tahun kedepan dimulai pada 2018 sampai 2021 seluas 5,3 ha. Pengelolaan secara close access dibentuk pada 1 Maret 2018 dan dipelopori organisasi masyarakat lokal Karimunjawa yaitu Himpunan Pramuwisata Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman dan persepsi masyarakat lokal terhadap konservasi ekosistem terumbu karang dan mengetahui dampak dari adanya close access kawasan terhadap ekosistem terumbu karang di Maer, Menjangan Kecil. Metode pengumpulan data secara primer (observasi dan wawancara tertutup) 30 responden dari organisasi masyarakat lokal dan SPTN II Karimunjawa dan sekunder (data ekologi WCS). Hasil yang diperoleh yaitu tingkat pemahaman masyarakat lokal berdasarkan indeks skala likert sebesar 83,33% kategori sangat mengetahui dan tingkat persepsi masyarakat lokal sebesar 75,13%, hal ini menunjukkan bahwa dengan adanya konservasi ekosistem terumbu karang secara close access memberikan dampak positif terhadap kondisi ekologi ekosistem terumbu karang di Maer ditandai dengan rata-rata persen cover tutupan karang sebesar (72,60% ± 3,769 SE), kepadatan rekrutmen karang keras sebesar (3,52 ind.m-2 ± 0,544 SE), kelimpahan ikan karang sebesar (17.658 ind.ha-1 ± 2.659 SE), dan biomassa ikan karang sebesar (306,62 kg.ha-1 ± 61,075 SE).
624.21.17 Ind p
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2021
Surabaya
xii, 77 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...